Dukung Percepatan Swasembada Pangan, Bimtek Penguatan Kapasitas Penerap Di Gelar Di Sumba Tengah
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian NTT sebagai Unit Pelaksana Teknis Badan Modernisasi Pertanian diberikan mandat untuk melakukan kegiatan Penguatan Kapasitas Penerap Standar Tanaman Pangan untuk Tahun 2025 mendukung pelaksanaan percepatan swasembada pangan. Kegiatan penguatan dikemas dalam bentuk Bimbingan Teknis kepada 125 orang petani dan petugas baik PPL maupun Petugas Pertanian lainnya yang ada di kabupaten tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah, maka agar bimtek tersebut dapat menjangkau 6 (enam) kecamatan yang ada, kegiatan bimtek dilakukan di 3 (tiga) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai perwakilan untuk 6 (enam) kecamatan tersebut yang diatur sebagai berikut : 1) BPP Lawonda, Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat, untuk 45 orang peserta dari Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat dan Kecamatan Mamboro yang mana pelaksanaannya pada hari Selasa, 4 November 2025, 2) BPP Prai Ahu, Kecamatan Katikutana Selatan untuk 40 orang peserta dari Kecamatan Katikutana Selatan dan Kecamatan Katikutana yang dilaksanakan pada hari Rabu, 5 November 2025, 3) BPP Lakoka, Kecamatan Umbu Ratu Nggai, untuk 40 orang peserta dari Kecamatan Umbu Ratu Nggai dan Umbu Ratu Nggai Tengah pada hari Kamis, 6 November 2025.
Di hari pertama di BPP Lawonda, pembukaan bimtek dilakukan oleh Kepala BRMP NTT (Dr. Abdul Wahab, SP, MP) dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah mewakili Kepala Dinas Pertanian. Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas (Lazarus Thomas, S.Sos) memberikan apresiasi kepada Kepala BRMP NTT dan jajarannya karena telah memilih Sumba Tengah sebagai lokus pelaksanaan bimtek penguatan bagi petani padi sawah di kabupaten tersebut. Olehnya, harapan kepada seluruh peserta yang hadir agar benar-benar dapat memanfaatkan kesempatan yang baik tersebut. Sedangkan Kepala BRMP NTT dalam sambutan pembukaannya lebih menekankan profesi petani adalah profesi yang mulia dan petani adalah pahlawan pangan seperti yang diutarakan oleh presiden RI (Prabowo). Selanjutnya dikatakan bahwa dunia telah mengakui bahwa Indonesia tahun ini telah berhasil mencapai swasembada pangan (padi dan jagung) yang mana hal ini diumukan dalam sidang PBB tanggal 28 September 2025. Oleh karena itu, semua pihak harus bahu membahu menjalankan program strategis tersebut sehingga hasilnya dapat dirasakan bersama. Dari rencana 4 tahun, ternyata dalam tahun 2025 swasembada pangan sudah menunjukkan keberhasilannya.
Dalam kesempatan tersebut, selain materi tentang Dukungan Pemda Sumba Tengah Terhadap Percepatan Swasembada Pangan, juga disampaikan materi tentang Brigade Pangan oleh Widyaiswara BBPP Kupang selaku LO Brigade Pangan Kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Timur. Sedangkan materi utama dalam bimtek tersebut disampaikan oleh Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si (Penyuluh Madya BRMP NTT) dengan judul : Budidaya Padi Sawah Mendukung Percepatan Swasembada Pangan di NTT. Kegiatan hari pertama ditutup oleh Penanggung Jawab Kegiatan yakni Ir. Onike T. Lailogo, M.Si., Ph.D (Penyuluh Pertanian Madya BRMP NTT). Hal ini karena Kepala BRMP NTT dan rombongan melakukan kunjungan ke Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah atas undangan dari Bupati karena ada beberapa hal penting yang ingin dibicarakan dan didiskusikan bersama menyangkut program swasembada pangan dimaksud.
Untuk hari ke II bimtek yakni tanggal 5 November 2025 yakni di BPP Prai Ahu kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah. Harapan yang sama disampaikan kepada peserta seperti pada hari I antara lain harapan agar peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan yang baik tersebut dengan menyimak apa yang disampaikan oleh pemateri yang sekaligus pada akhir kegiatan Sekretaris Dinas juga menutup pelaksanan bimtek tersebut.
Untuk hari III yakni tanggal 6 November 2025 di BPP Lakoka, kegiatan bimtek dibuka oleh Ir. Irianus R. Rohi, M.Si atas nama Kepala BRMP NTT. Dalam kesempatan tersebut, Irianus menyampaikan rasa bangga terhadap peserta yang sudah melangkahkan kaki ke BPP Lakoka hanya ingin mendapatkan ilmu mengenai budidaya padi. Kegiatan tersebut ditutup secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah.
Untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan bimtek dan peningkatan pengetahuan peserta, maka dilakukan pula evaluasi berupa pretest dan posttest.